Selasa, 25 September 2012

Adab pernikahan

*Maaf, untuk sementara tag ini diprioritaskan (diutamakan) bagi yg sudah lulus TK, SD, SMP, dan SMK/SMA. Serta untuk kalangan S1, S2 dan S3. ^_^

sebab SYARAT Nikah harus lulus...

TK = Tentang Kesetiaan

SD = Saling Dewasa

SMP = Saling Mengerti Perasaan

SMK = Saling Menerima Kekurangan

SMA = Saling Menerima Apa adanya

S1 = Setia
S2 = Sehidup Semati
S3 = Saling Setia dan Sayang

^____^
Berikut Nasihat Pernikahan oleh Habibana Munzir Al-Musawa :

Kita lihat bagaimana sang Nabi bersabda riwayat Shohih Bukhori: “Tazawwajuu walau bikhootim min hadiid” nikahlah kalian walau dengan mahar cincin dari besi”. Ini hadirin-hadirot, hadits yang tampaknya singkat saja, walaupun mengandung sedemikian banyak hikmah-hikmah mulia. Disini sang Nabi mengangkat harga terbesar untuk kaum wanita, kalau kita membaca sekilas seakan-akan ini menghina kaum wanita, masa’ mahar dari cincin besi? Berapa harga cincin besi? di jalan juga banyak besi dibikin cincin.

Hadirin-hadirot, justru disini Rosul SAW ingin mengajarkan bahwa mahar BUKAN untuk membeli wanita. Sebagian orang salah paham, mahar adalah untuk membeli dan menghalalkan wanita. Wanita TIDAK BISA dibeli kehormatannya, oleh sebab itu Rosul SAW memberikan mahar yang demikian kecilnya dalam akad nikah, demi untuk apa?, pertama menjaga perzinahan. Banyak pria dan wanita yang sudah ingin menikah tertahan gara-gara belum adanya harta yang banyak, akhirnya terjadi pernikahan dan kehamilan sebelum menikah, ini yang pertama. Yang kedua, menghargai derajat wanita tersebut, menghargainya dengan adab dan akhlaq, BUKAN dengan harta atau emas dan perak, kalau yang menghargainya dengan emas dan perak yang mahal, maharnya sudah sedemikian mahalnya, maka selesai ia menikah ada perkataan; "engkau milikku", "sudah besar-besar ku keluarkan maharnya", kan kira-kira begitu? tentunya tidak demikian. Islam menghargai kaum wanita. Ini mahar yang demikian tiada artinya, dalam hadiah dipersilahkan mahar semahal apapun.

Hadirin-hadirot, Rosul SAW meneruskan lagi ”Aulim walau bi syaah” Riwayat Shohih Bukhori, adakan jamuan pernikahan “jamuan pernikahan itu sunnah, walau dengan seekor kambing yang disembelih saja”. Berfikir puluhan juta, ratusan juta, makin murah makin malu, justru makin mahal makin jauh dari sunnah Nabi Muhammad SAW, semakin besar boleh-boleh saja, tapi yang sunnah adalah yang sederhana. Hadirin-hadirot ini yang mesti dipahami oleh muslimin-muslimah yang akan menikah atau yang putra-putrinya akan menikah atau yang kelak mempunyai anak yang akan menikah. Perhatikan sunnah Nabi Muhammad SAW, hal ini membawa keberkahan.

Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori: “lewatlah seorang pemuda yang kaya raya non muslim, Rosul SAW berkata : apa pendapat kalian tentang pemuda ini? maka orang yang disekitarnya berkata: orang kaya raya, orang merdeka, melamar siapa pun pasti diterima, kalau ia berbicara pasti didengar ucapannya, kalau ia minta tolong semua orang akan menolong, kalau dimintai pertolongan semuanya, dia akan mampu memberikan pertolongan. Lalu lewat orang kedua, pemuda yang miskin muslim, pendapat kalian apa tentang pemuda ini? Maka mereka berkata: pemuda ini muslim tapi miskin, kalau seandainya ia dimintai bantuan belum tentu ia mampu membantu, kalau ia meminta bantuan belum tentu ada yang mau membantunya, kalau ia berbicara belum tentu orang mau dengar ucapannya, maka Rosul SAW bersabda : “Ini (menunjuk kepada pria yang miskin tadi) lebih afdhol dari sepenuh dunia pria yang tadi. Pria yang ini sepenuh dunia ini lebih afdhol”.

kita Tanya, kenapa Rosululloh SAW berpendapat seperti itu? Rosul ingin mengangkat derajat dan kemuliaan yang hakiki dalam kehidupan, inilah kemuliaan, inilah hal-hal yang sangat luhur, dan inilah hal yang hina dimata Alloh SWT. Ukuran kekayaan bukanlah ukuran, karena kehidupan dunia sementara, setelah itu ada yang kaya raya dengan istana megah yang kekal, merekalah orang yang bertaqwa kepada Alloh. Kekayaan dan kemiskinan di dunia hanyalah sandiwara dan sementara saja, kesedihan dan kegembiraan di dunia adalah sesaat dan setelah itu akan muncul dua tempat bagi setiap orang yang hidup di atas permukaan bumi, dua tempat. Tempat orang-orang yg diridhoi oleh Alloh yaitu surga-Nya dalam kebahagiaan yang kekal, atau dalam kemurkaan Alloh dalam api neraka, hanya dua tempat, tidak ada tempat yang ketiga, kalau tidak disini ya disini, kalau tidak disurga pasti dineraka, kalau tidak dineraka pasti disurga, salah satu dari dua, kemana kita? Demikian hadirin hadirot yang dimuliakan Alloh.

wAllohu a'lam bishowaab :)

*Semoga bermanfaat :)

cara menilai seseorang


[Jangan Langsung Menilai Seseorang itu Baik atau Buruk]

Sesungguhnya, orang yang baik ialah orang yang dipandang baik menurut Alloh di akhirat kelak.

Dalam hal ini, tidak seorang pun dari makhluk Alloh dapat mengetahuinya, karena penilaian baik dan buruknya seseorang masih ditangguhkan sampai akhir hayatnya.

Dengan demikian, pandangan seseorang bahwa dirinya lebih baik daripada orang lain adalah suatu kebodohan belaka.

*(budayakan membaca, baru me-like:))*
Selanjutnya silahkan simak kisah berikut :)

Ada seorang sahabat yang menemui seorang pemimpin yang alim dan sholeh. Dia orang yang sangat sopan, terkenal menghargai setiap orang dan mempunyai pribadi yang sangat menyenangkan.

Ketika ditanya oleh sahabat tersebut apa TIPS agar dia mempunyai pribadi yang MENYENANGKAN, RENDAH HATI dan DISENANGI banyak orang, pemimpin yang sholeh itu menjawab:

”Saudara, saya SELALU mengHARGAi SETIAP ORANG, siapapun dia, dan saya SELALU mengHARGAi setiap KESEMPATAN”

•"Jika saya berjumpa dengan ANAK-ANAK, saya menganggap anak-anak itu LEBIH MULIA daripada saya, karena anak-anak itu BELUM BANYAK melakukan DOSA daripada saya.”

•” Apabila saya bertemu dengan ORANG TUA, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia sudah LEBIH LAMA berIBADAH."

•”Jika saya berjumpa dengan ORANG ALIM, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena BANYAK ILMU yang telah mereka pelajari dan ketahui."

•"Apabila saya berjumpa dengan RAKYATku, saya menganggap dia LEBIH MULIA daripada saya karena dia tidak akan DIMINTA PERTANGGUNG-JAWABAN seberat saya, dan mungkin di mata Alloh dia LEBIH MULIA karena lebih berTAQWA."

•”Apabila saya melihat ORANG JAHIL (BODOH), saya menganggap mereka LEBIH MULIA daripada saya karena mereka membuat DOSA dalam keJAHILan, sedangkan saya membuat DOSA dalam keadaan MENGETAHUI."

•”Jika saya melihat ORANG JAHAT, saya TIDAK menganggap diri saya LEBIH MULIA, karena mungkin satu hari nanti dia akan INSAF dan BERTAUBAT atas kesalahannya sehingga dia DICINTAI oleh Alloh."

•”Apabila saya bertemu dengan ORANG KAFIR, saya mengatakan didalam hati bahwa mungkin pada suatu hari nanti mereka akan DIBERI HIDAYAH oleh Alloh dan akan memeluk Islam, maka segala dosa mereka akan DIAMPUNI oleh Alloh.”

Dan...
Karena sesungguhnya kita TIDAK TAHU apakah AKHIR HIDUP kita lebih LEBIH MULIA atau LEBIH HINA dari mereka.

maka sesungguhnya kita juga TIDAK TAHU apakah kita akan mendapat AMPUNAN dan RAHMAT dari Alloh sehingga nantinya menjadi penghuni SURGA, atau sebaliknya kita pada akhirnya TERPEROSOK dalam DOSA di AKHIR HIDUP kita sehingga akhirnya masuk ke dalam NERAKA dan mereka SEBALIKNYA.

Sungguh KEMULIAAN adalah bila selamat dari NERAKA dan dimasukkan oleh Alloh ke dalam SURGA.

KEHIDUPAN DUNIA adalah FATAMORGANA yang MENIPU, dan hanya Alloh yang mengetahui KEMULIAAN seseorang."

Sebagaimana Rosululloh shollalloohu ’alaihi wa sallam telah bersabda (dari Abu Abdurahman Abdullah ibn Mas'ud ra) :

”Sesungguhnya seseorang di antara kamu dikumpulkan penciptaannya dalam perut ibunya selama 40 hari berupa air mani. Kemudian 40 hari menjadi segumpal darah, kemudian 40 menjadi sepotong daging.

Kemudian diutuslah seorang Malaikat untuk MENIUPKAN ROH kepadanya dan diperintah dengan 4 (macam) perintah, yaitu meNULISkan REZEKInya, AJALnya, AMALnya, dan CELAKAnya atau BAHAGIAnya.

Demi Dzat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI SURGA hingga tiada jarak antara dirinya dengan SURGA melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI NERAKA, maka masuklah dia ke NERAKA.

Dan (ada pula) seseorang diantara kamu melakukan AMAL AHLI NERAKA hingga tiada jarak antara dirinya dengan NERAKA melainkan hanya SEJENGKAL saja, Lalu dia didahului oleh CATATAN TAKDIRnya dan beramal dengan AMAL AHLI SURGA, maka masuklah dia ke SURGA”

(HR. Bukhori, Muslim)

Akhirnya dengan mengangguk-angguk sahabat tadi berkata : "Subhanalloh dengan HIKMAH ini, semoga Engkau akan selalu MEMULIAKAN orang lain dan MEMULIAKAN KESEMPATAN , sehingga akan DIMULIAKAN oleh Allohu subhanahu wa ta'la"
Pemimpin tersebut menjawab : "Aamiin yaa Robbal 'aalamiin"

Wallohu a'lam bish-showab
Semoga dapat mengambil HIKMAH dan mengamalkannya, aamiin.